Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin
Termasuk perbuatan dosa besar yang menodai tauhid seseorang adalah merasa aman dari siksa dan adzab Allah subhanahu wa ta'ala dan berputus asa dari rahmat-Nya. Haramnya merasa aman dari siksa/makar Allah berdasarkan firman-Nya,
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللهِ فَلاَيَأْمَنُ مَكْرَ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ {99}
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga) Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. (QS. Al-A’raf:99)
Ayat ini memberikan beberapa faidah di antaranya:
1.Waspada terhadap nikmat Allah yang diberikan oleh Allah kepada seseorang, supaya hal itu tidak menjadi istidraj (tipuan, maksudnya ditambahkan kepadanya nikmat oleh Allah tetapi agar orang tersebut semakin jauh dari Allah). Karena setiap nikmat yang diberikan oleh Allah maka ada kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu syukur atas terhadap nikmat tersebut. Syukur dengan cara beribadah dan mentaati Dzat yang memberi nikmat (Allah). Apabila tidak bersyukur atas banyaknya nikmat yang diterima maka ketahuilah bahwasanya itu adalah bentuk makar/tipu daya dari Allah subhanahu wa ta’ala.
2.Haramnya merasa aman dari makar/siksa Allah, hal ini karena dua hal, pertama: Kalimat dalam ayat ini berbentuk kalimat tanya yang menunjukkan makna pengingkaran dan ta’ajub/keheranan. Kedua: Firman Allah, “Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”
Adapun dalil tentang haramnya berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wa ta'ala adalah firman-Nya,
وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلاَّ الضَّالُّونَ {56}
"Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat". (QS.al-hijr :56)
Adapun makna ayat adalah, ketika Nabi Ibrahim diberi kabar gembira oleh malaikat akan lahirnya seorang anak yang pandai dari keturunan beliau, beliau berkata kepada para Malaikat,
قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَى أَن مَّسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ {54} قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلاَ تَكُن مِّنَ الْقَانِطِينَ {55} قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلاَّ الضَّالُّونَ {56
“Berkata Ibrahim:"Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini" Mereka menjawab:"Kami menyampaikan berita gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa". Ibrahim berkata:"Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat". (QS. Al-Hijr :54-56)
Berputus asa dari rahmat Allah haram, tidak diperbolehkan dan termasuk dosa besar, karena hal itu adalah bentuk buruk sangka/su’u dzon terhadap Allah subhanahu wa ta'ala, hal itu dilihat dari dua sisi:
1.Hal tersebut adalah bentuk celaan terhadap Qudrah/kemampuan Allah, Karena barang siapa yang mengetahui bahwa Allah Mahamampu terhadap segala sesuatu, tidak akan menganggap mustahil segala di atas Qudrah Allah.
2.Hal tersebut bentuk celaan terhadap rahmat/kasih sayang Allah, karena barang siapa yang mengetahui bahwa Allah Maha penyayang maka tidak akan menganggap mustahil kalau Allah akan merahmatinya. Oleh sebab itu orang yang putus asa dari rahmat Allah adalah orang yang sesat.
Maka tidak sepantsnya apabila seseorang berada dalam kesusahan dan kesulitan untuk menganggap mustahil datangnya apa-apa yang diinginkan dan hilangnya kesusahan. Betapa banyak manusia yang berada dalam kesulitan dan dia mengira bahwa dia tidak akan selamat darinya, ternyata Allah menyelamatkannya, bisa jadi karena amalannya yang terdahulu, sebagaimana yang terjadi pada Yunus 'alaihissalam sebagaimana firman Allah Ta'ala,
فَلَوْلآ أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ {143} لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ {144}
“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (QS.Ash-Shaaffaat:143-144)
Atau bisa jadi karena amalannya yang akan datang/datang belakangan, sebagaimana do’a Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada perang Badr, malam perang Ahzab, dan juga sebagaimana doa Ashabul Kahfi.
Dan juga haramnya merasa aman dari makar Allah dan berputus asa dari rahmat Allah berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab,“Menyekutukan Allah (syirik), putus asa dari rahmat Allah dan merasa aman dari makar/siksa Allah”(HR.al-Bazzar, Ibnu Abi Hatim dalam tafsir Ibnu Katsir, Thabrani)
Dan juga Ibnu Mas’ud berkata,”Sebesar-besar dosa besar adalah:” “Menyekutukan Allah (syirik), merasa aman dari makar/siksa Allah, putus asa putus asa dari rahmat Allah dan dari pertolongan-Nya”(HRAbdur Razzaq, Ibnu Jarir, ath-Thabrani)
(Sumber: al-Qulul Mufid (edisi Arab), Kitab tauhid (edisi Indonesia) Pustaka al-Sofwa, Abu Yusuf Sujono)
Termasuk perbuatan dosa besar yang menodai tauhid seseorang adalah merasa aman dari siksa dan adzab Allah subhanahu wa ta'ala dan berputus asa dari rahmat-Nya. Haramnya merasa aman dari siksa/makar Allah berdasarkan firman-Nya,
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللهِ فَلاَيَأْمَنُ مَكْرَ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ {99}
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga) Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. (QS. Al-A’raf:99)
Ayat ini memberikan beberapa faidah di antaranya:
1.Waspada terhadap nikmat Allah yang diberikan oleh Allah kepada seseorang, supaya hal itu tidak menjadi istidraj (tipuan, maksudnya ditambahkan kepadanya nikmat oleh Allah tetapi agar orang tersebut semakin jauh dari Allah). Karena setiap nikmat yang diberikan oleh Allah maka ada kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu syukur atas terhadap nikmat tersebut. Syukur dengan cara beribadah dan mentaati Dzat yang memberi nikmat (Allah). Apabila tidak bersyukur atas banyaknya nikmat yang diterima maka ketahuilah bahwasanya itu adalah bentuk makar/tipu daya dari Allah subhanahu wa ta’ala.
2.Haramnya merasa aman dari makar/siksa Allah, hal ini karena dua hal, pertama: Kalimat dalam ayat ini berbentuk kalimat tanya yang menunjukkan makna pengingkaran dan ta’ajub/keheranan. Kedua: Firman Allah, “Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”
Adapun dalil tentang haramnya berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wa ta'ala adalah firman-Nya,
وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلاَّ الضَّالُّونَ {56}
"Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat". (QS.al-hijr :56)
Adapun makna ayat adalah, ketika Nabi Ibrahim diberi kabar gembira oleh malaikat akan lahirnya seorang anak yang pandai dari keturunan beliau, beliau berkata kepada para Malaikat,
قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَى أَن مَّسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ {54} قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلاَ تَكُن مِّنَ الْقَانِطِينَ {55} قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلاَّ الضَّالُّونَ {56
“Berkata Ibrahim:"Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini" Mereka menjawab:"Kami menyampaikan berita gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa". Ibrahim berkata:"Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat". (QS. Al-Hijr :54-56)
Berputus asa dari rahmat Allah haram, tidak diperbolehkan dan termasuk dosa besar, karena hal itu adalah bentuk buruk sangka/su’u dzon terhadap Allah subhanahu wa ta'ala, hal itu dilihat dari dua sisi:
1.Hal tersebut adalah bentuk celaan terhadap Qudrah/kemampuan Allah, Karena barang siapa yang mengetahui bahwa Allah Mahamampu terhadap segala sesuatu, tidak akan menganggap mustahil segala di atas Qudrah Allah.
2.Hal tersebut bentuk celaan terhadap rahmat/kasih sayang Allah, karena barang siapa yang mengetahui bahwa Allah Maha penyayang maka tidak akan menganggap mustahil kalau Allah akan merahmatinya. Oleh sebab itu orang yang putus asa dari rahmat Allah adalah orang yang sesat.
Maka tidak sepantsnya apabila seseorang berada dalam kesusahan dan kesulitan untuk menganggap mustahil datangnya apa-apa yang diinginkan dan hilangnya kesusahan. Betapa banyak manusia yang berada dalam kesulitan dan dia mengira bahwa dia tidak akan selamat darinya, ternyata Allah menyelamatkannya, bisa jadi karena amalannya yang terdahulu, sebagaimana yang terjadi pada Yunus 'alaihissalam sebagaimana firman Allah Ta'ala,
فَلَوْلآ أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ {143} لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ {144}
“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (QS.Ash-Shaaffaat:143-144)
Atau bisa jadi karena amalannya yang akan datang/datang belakangan, sebagaimana do’a Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada perang Badr, malam perang Ahzab, dan juga sebagaimana doa Ashabul Kahfi.
Dan juga haramnya merasa aman dari makar Allah dan berputus asa dari rahmat Allah berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab,“Menyekutukan Allah (syirik), putus asa dari rahmat Allah dan merasa aman dari makar/siksa Allah”(HR.al-Bazzar, Ibnu Abi Hatim dalam tafsir Ibnu Katsir, Thabrani)
Dan juga Ibnu Mas’ud berkata,”Sebesar-besar dosa besar adalah:” “Menyekutukan Allah (syirik), merasa aman dari makar/siksa Allah, putus asa putus asa dari rahmat Allah dan dari pertolongan-Nya”(HRAbdur Razzaq, Ibnu Jarir, ath-Thabrani)
(Sumber: al-Qulul Mufid (edisi Arab), Kitab tauhid (edisi Indonesia) Pustaka al-Sofwa, Abu Yusuf Sujono)


28 komentar:
Mantap infonya!
Syukron akhi Klikrar, semoga bermanfaat, amiin.
maaf mas....mau kirim ini di konkatk...tapi tidak menemukan kontaknya....jadi tulis di kolom komentar saja ya..., :
Assalamualaikum mas atau mbak....,
semoga dalam keaadaan yang sehat ya.
mau to the point nih...,
gini mas atau mbak adalah yang salah satu yang ikutan tukeran link dengan blog saya yang PR 3 : uniongasdeobregon.com
tepatnya di link ini kalau anda lupa :
http://khalidabdullah.com/another/unin-gas-deo-bregon-com-ajakan-tukeran-link-dengan-blog-pr-3/
nah yang saya ingin sampaikan.... saya ingin melepas link anda....,
maafkan saya ya...., blog saya tersebut saya jadikan alat pengeruk dolar... dan beberapa bule di luar sana.... sering tidak jadi memberli blogpost kepada saya, karena ternyata blog saya banyak tukeran linknya dan ternyata tidak sesama blog kesehatan.... makanya saya hentikan sekarang tukeran linknya....
maaf banget ya mas atau mbak....
terimakasih sudah mau tukeran link waktu itu.... saya mengucapkan terimakasih sekali...
maaf sekali lagi... dan silahkan lepas saja link uniongasdeobregon.com di blog anda...,
Assalamualaikum.
tukaran link nyok mas..
http://johan-nasty.blogspot.com/
ijin share akhi
bismillaah
waspadaislamjamaahldii
islam jamaah, aliran sempalan yang mengkombinasikan bermacam-macam akidah sesat seperti khawarij + syi'ah, mengambil persepuluhan ala kristen, menghalalkan segala cara versi yahudi... kenali ciri-cirinya, waspadai gerakannya, jangan tertipu dengan topeng-topengnya !
http://www.youtube.com/user/waspadaislamjamaah
http://www.4shared.com/video/Njxy9Bt2/Bukti_Thoyibun_Tokoh_LDII_Menu.html
http://www.4shared.com/audio/voPTgMVD/LDII_Islam_Jamaah_354_ASAD_SEN.html
http://www.4shared.com/get/1Y3Y-rZA/02_Bahaya_Islam_Jamaah_LDII_35.html
Jaga diri dan keluarga anda dari Islam Jamaah / LDII / CAI / ASAD / Yayasan Wali Barokah
Sebarkan link ini untuk sebanyak-banyaknya kaum muslimin
Ass, wr.wb
gabung juga ya di blog sayaa,,
nuralmukminn.blogspot.com
semoga dapat bermanfaat bagi kita semua..
satu lagi yang menodai, yaitu lafads ustad alhabsy ketika mengucapkan salam. cek dan baca disini http://coretankemarin.blogspot.com/2011/08/menyesatkan-lafadz-salam-dari-ustad-al.html
info yang bagus ...... !!
Syukran,
Assalamualaikum.
Jika engkau ingin mengetahui Kebenaran ;
Tinggalkan perdebatan dan diskusi seperti dilakukan para pencari sejati.
Bergaullah bersama para Wali Allah dan berbaurlah dengan mereka,
Dan juga :
Kita terjun dalam diskusi-diskusi akademis tak berakhir,
Tetapi tak sanggup menguak misteri-misteri jagat raya,
Meski beberapa simpul telah diurai,
Tak sedikit pun Hari Akhirat bisa diketahui !
Mudah-mudahan engkau membumbung tinggi dengan sayap-sayap mereka.
http://zikir.spi-blog.com
keren infonya gan....
http://fashionpria.indoprofile.com/blog
luar biasa artikelnya........
buku islami
mantab, semoga kita terhindar dari hal-hal yang menodai tauhid
alhamdulillah infonya sangat bermanfaat sekali..
tauhid. aqidah. tolak ukur seseorang dikatakan kafir ataukah muslim. Beberpa hal terlihat dengan sangat jelas perbedaannya. tetapi yang lain sangat tipis sehingga walaupun terlihat mubah, tetapi sebenarnya berbahaya bagi tauhid kita
Assalamu'alaykum.. Subhanalloh..ilmu yang sangat bermanfaat. Salam kenal. Syukron
mantaaap...kunjungi jg blog saya y...www.bangyosgunung.blogspot.com.
insya Allah bermanfaat....
http://akmalazzamblogger.blogspot.com/
Update terbaru dakwah islam tentang aliran-aliran sesat, click here - ayo kita bubarkan aliran sesat di indonesia! Allahu Akbar!
Sodara, saya datang membawa SUKACITA dan KABAR GEMBIRA.
KUASA PENYEMBUHAN ILAHI
Menyembuhkan segala jenis penyakit dari mulai kencing batu sampai digantung di tiang. WADOW WADOW!
Sodara! Sambutlah KABAR gembira!
KUASA PENYEMBUHAN ILAHI
Hanya DIA yang menebus dosa yang bisa menyembuhkan. Percayalah! PERCAYALAH!
Sodara, SAMBUTLAH DAN PERCAYALAH!!!!
KUASA PENYEMBUHAN ILAHI
JBU! JBU! JUEBEU! JUEEE BEEEE!
KUASA PENYEMBUHAN ILAHI
Karena hanya JEBUS yang mampu menyembuhkan! Jeeeebus! Jeeebuuus! JUEBUS! Percayalah!
Thanks infonya mas...
semoga Allah meridhoi anda,, terimakasih
semoga allah swt meridhoi anda..
terima kasih atas pencerahannya.
assalamualaikum.wr.wb.
mohon mampir juga ke situs blogger muslim
Poskan Komentar